Monday, 9 January 2012

Salahkah seorang teman rapat bertemu dengan sahabatnya yang telah ditalak ?

Mana lebih baik antara pergi berkunjung menyatakan simpati dan mengucapkan istirja' kepada seorang teman yang ditimpa musibah diceraikan dengan kuasa talak dengan orang yang dahulunya berkawan dan bersahabat denganya dan apabila dia ditimpa musibah dan ditalak maka kawan-kawan lain itupun masih mengeluarkan kata-kata huduh dan nista kepadanya?...

Sudahlah perceraian itu berlaku dalam keadaan lafaz cerai itu tidak dilafazkan dihadapanya dan hanya dilafazkan oleh sebaran media sahaja...itukah keadilan islam yang dijunjung?... bila dah terkena batang hidung masing-masing samada orang yang kena taka dan orang yang menjatuhkan talak maka kini masing-masing mencipa pelbagai alasan untuk melindungi diri sendiri dari terus dibodohkan oleh orang lain.... 

Lebih malang lagi apabila orang yang datang bertamu dan menziarahi orang yang ditimpa musibah ditalak itu pun dihukum salah dan akan dicari jalan untuk ditalak sama... ini undang-undang atau tamadun siapa yang mereka julang?.... maka riuhlah suara-suara jahat dari luar suruh orang yang bersimpati denganya itu dicerai talak juga... ni apa la punya bodoh dan jahatnya nafsu serakah mereka..... yang bergembira dengan talak ini hanyalah SYAITAN sahaja.....

Tapi apakan daya kuasa talak dan kuasa untuk menghukum itu ada pada mereka... buatlah ikut suka hati mereka.... bila diluar mereka itu nampak hebat untuk menjunjung keadilan konon..... yang salah tetap salah namun kena bijaklah untuk menyelesaikan segala masalah yang datang itu bukan menghukum tanpa bicara dan menutup ruang orang yang dituduh itu membela diri.... sendiri mau ingatlah!!!!!

No comments:

Post a Comment